BSSN dan KISA Korea Selatan Perbarui MoU, Perkuat Kerja Sama Keamanan Siber Indonesia-Korea



Jakarta – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia memperkuat kerja sama internasional di bidang keamanan siber melalui pembaruan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Korea Internet & Security Agency (KISA). Penandatanganan berlangsung di Seoul, Republik Korea, Rabu (8/7/2026).


Nota kesepahaman tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala BSSN RI Nugroho Sulistyo Budi dan Presiden KISA Lee Sang-Joon. Kegiatan ini turut disaksikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Korea, Cecep Herawan.


Pembaruan kerja sama tersebut menjadi bagian dari implementasi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus (Special Strategic Partnership) antara Indonesia dan Republik Korea. Dalam kemitraan tersebut, transformasi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta keamanan siber menjadi salah satu agenda prioritas kedua negara.


Melalui kerja sama yang diperbarui ini, BSSN dan KISA akan memperluas kolaborasi di berbagai bidang strategis. Fokus kerja sama mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan digital forensik, penguatan operasional Indonesia Cyber Security Vocational Center (CSVC), hingga kolaborasi dalam pengembangan keamanan berbasis kecerdasan buatan atau AI Security.


Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas Indonesia dalam menghadapi dinamika ancaman siber yang terus berkembang seiring pesatnya transformasi digital di berbagai sektor.


Selain memperkuat ketahanan siber nasional, kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem keamanan siber global yang lebih tangguh melalui peningkatan koordinasi dan pertukaran pengetahuan antarnegara.


BSSN menilai kolaborasi dengan KISA akan memberikan manfaat strategis dalam memperkuat kesiapan Indonesia menghadapi tantangan keamanan digital di masa depan, sekaligus mendukung terciptanya ruang siber yang aman, tangguh, dan tepercaya bagi masyarakat maupun dunia usaha. (Red)